Minggu, 22 November 2015

OKSIGENASI

v  Oksigenasi adalah proses penambahan O2 kedalam system (kimia atau fisika).oksigen ini sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme sel.
v  Tidak adanya oksigen menyebabkan tubuh secara fungsional mengalami kemunduran,terjadi kerusakan pada jaringan otak, bahkan dapat menimbulkan kematian. Bila ada gangguan pada salah satu organ system respirasi, maka kebutuhan oksigen akan mengalami gangguan.
v  Tujuan dari pernafasan      : menyediakan oksigen bagi jaringan dan membuang karbondioksida
Fungsi utama                       : memperoleh O2  dan mengeliminasi CO2 yang dihasilkan sel
v  Volume respirasi dan kapasotas pernafasan
§  TV            : bernafas yang sekarang
§  IRV          : tarik nafas yang dalam, keluarnya biasa
§  ERV         : tarik nafas yang biasa, hembusannya dalam
Vital capacity : jumlsh TV + IRV + ERV
Anatomical dead space volume -> 150 ml
v  Sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan oksigenasi
a.    Hidung (alat pernafasan yang dilalui oleh udara)
Rambut rambut kasar berfungsi menyaring debu debu kasar.rongga hidung tersusun atas sel sel epitel berlapis semu bersilia yang memiliki sel goblet (penghasil sel lendir),berfungsi menyaring debu, melekatkan kotoran pada rambut hidung, dan mengatur suhu udara penafasan.Pada rongga hidung terdapat lobus olfsktorius yang mengandung sel sel pembau.perjalanan udara memasuki paru paru dimulai ketika udara melewati lubang hidung, lalu udara disaring oleh rambut rambut dilubang hidung..di rongga hidung bagian dalam, terdapat ujung ujung saraf yang dapat menagkap zat zat kimia yang terkandung dalam udara .ujung ujung saraf penciuman tersebut kemudian akan mengirimkan impuls keotak.
b.    Faring
Ssetelah melalui rongga hidung, udara akan melewati faring.faring adalah percabangan antara saluran pencernaan (esofagus) dam saluran pernafasan (laring).faring terdiri atas bagian yakni nasofaring, orofaring,dan laringgofaring.ketika menelan makanan, suatu katup (epligotis) akan menutup saluran pernafasan (glotis), sehingga makanan akan masuk ke saluran pencernaan
c.    Laring
Setelah ,melewati faring, udara akan menuju laring.
d.    Trakea
Dari laring, udara memasuki trakea.Trakea tersusun atas empat lapisan, yaitu lapisan mukosa, lapisan submukosa, lapisan tulang rawan, dan lapisan adventitia.lapisan mukosa terdiri atas sel sel epitel berlapis semu bersilia.Lapisan Submukosa dan lapisan adventitia terdiri atas jaringan ikat.lapisan tulang rawan terdiri atas ± 18 tulang rawan.
e.    Bronkus dan bronkiolus
Setelah melalui trakea, akan memasuki bronkus (kedua cabang yang terhubung).bronkus yang becabang cabang lagi,cabang yang terkecil disebut bronkiolus.di sekitar alveolus terdapat kapiler kapiler pembuluh darah. Dinding kapiler pembuluh darah sangat berdekatan dengan alveolus sehingga membentuk membrane respirasi yang tipis.membran yang tipis ini memungkinkan terjadinya difusi antara udara alveolus dan darah pada kapiler kapiler pembuluh darah.
f.     Alveolus
Epitel pipih yang melapisi alveoli memudahkan darah di dalam kapiler kapiler darah mengikat oksigen dari udara dalam rongga alveolus.
v  Proses oksigenasi
Terdapat 4 bagian yaitu :
a.    Ventilasi : proses masuknya udara melaui hidung
b.    Difusi : proses pertukaran O2 yag terjadi di membrane alveoli kapiler
c.    Transport : proses penyebaran O2 keseluruh tubuh
d.    Perfusi : proses pertukaran O2 dan CO2 menghasilkan CO2 yang terjadi dikapiler
v  Factor factor yang mempengaruhi oksigenasi yakni diantarnya lingkungan , latihan, emosi,gaya hidup dan status kesehatan
v  Jenis pernafasan
a.    Pernafasan dada
·         Mekanisme inspirasi : otot tulang rusuk berkontraksi -> tulang rusuk terangkat -> paru paru mengembang -> tekanan udara dalam paru paru menjadi lebih kecil -> udara luar masuk keparu paru
·         Mekanisme ekspirasi : otot tulang rusuk relaksasi -> tulang rusuk menurun -> paru paru menyusut ->tekanan udara dalam paru paru lebih besar -> udara keluar dari paru paru
b.    Pernafasan perut
·         Mekanisme inspirasi : diafragma berkontraksi -> posisi dari melengkung menjadi datar -> paru paru mengembang -> tekanan udara dalam paru  paru lebih kecil -> udara masuk
·         Mekanisme ekspirasi : otot diafragma relaksasi -> posisi datar menjadi melengkung -> paru paru mengempis -> tekanan udara diparu paru lebih besar -> udara keluar dari paru paru
v  Masalah kebutuhan oksigen
Mengacu pada frekuensi, volume, irama, dan usaha pernafasan.pola nafas yang normal ditandai dengan pernafasan yang tenang, berirama, tanpa usaha. Perubahan pola nafas yang sering terjadi :
a.    Hipoksia ,kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh (kulit kebiruan ,sianosis)
b.    Perubahan pola pernafasan :
                               i.        Takipnea  : frekuesi cepat (>24x/menit) paru paru tidak mengembang
                              ii.        Bradypnea : frekuensi lambat (<10x/menit)
                            iii.        Hiperventilasi : peningkatan jumlah oksigen dalam paru agar pernafasan lebih cepat dan dalam
                            iv.        Kusmaul : pernafasan cepat dan dangkal (kelebihan asam dalam tubuh)
                              v.        Hipoventilasi : mengeluarkan CO2 dengan cukup serta tidak cukupnya penggunaan oksigen
                            vi.        Dispnea : sesak dan berat saat pernafasan
                           vii.        Orthopnea : kesulitan bernafas
                          viii.        Cheyne stokes : pernafasan yang amplitudonya panjang
                            ix.        Pernafasan paradoksial
                              x.        Biot : pernafasan mirip cheyne stokes,tetapi amplitudonya tidak teratur
                            xi.        Stridor : pernafasan yang bising terjadi karena penyempitan.
v  Bunyi nafas normal
                              i.        Vesikuler , kenyaringan yang rendah dan lembut
                            ii.        Bronkovesilkeler, kenyaringan yang sedang
                           iii.        Bronchial, kenyaringan yang tinggi dan bising
v  Bunyi suara nafas tambahan
                      i.        Wheezing,suara musical terus menerus
                    ii.        Stridor, obstruksi yang tinggi
                   iii.        Ronchi ,penumpukan lender pada trakea
                   iv.        Friction rub pleural
                    v.        Crackles : bunyi tidak terus menerus terdengar


SEL (2)

Ø  GENETIKA
Genetika (ilmu keturunan) adalah cabang dari ilmu hayat yang mempelajari turun temurunnya sifat-sifat induk atau orang tua kepada keturunannya. Genetika memiliki beberapa cabang di antaranya: genetika sel, genetika manusia, genetika mikrobia, genetika molekuler, genetika biokimia, genetika fisiologi, genetika farmasi, genetika populasi, genetika kuantitatif, genetika tumbuhan, genetika hewan, genetika konseling, eugenika (usaha untuk mendapatkan keturunan yang lebih baik), dan sebagainya.
1.    Kromosom





o  Morfologi Kromosom
Jika kita mengambil salah satu sel somatis (sel tubuh), misalnya sel kulit, sel darah putih, sel otot, sel saraf atau sel lainnya yang memiliki nukleus, maka di dalam nukleus sel tersebut akan kita dapati 46 kromosom. Ternyata dari ke-46 kromosom tadi ada pasangan-pasangan kromosom dengan morfologi yang serupa, sehingga dikenal pasangan ke-1, pasangan ke-2, pasangan ke-3 dan seterusnya sampai dengan pasangan ke-23. Pasangan kromosom ke-1 sampai dengan ke-22 dinamakan autosom (kromosom somatis), sedangkan pasangan ke-23 dinamakan gonosom (kromosom seks). Sepasang gonosom ini, pada wanita lazim diberi simbol XX, sedangkan pada pria lazim diberi simbol XY. Agar lebih jelas perhatikan Gambar 9 yang menjelaskan morfologi kromosom saat sel tidak sedang membelah dan bandingkan dengan Gambar 10 yang menjelaskan morfologi kromosom pada saat sel akan membelah, dengan DNA telah mengalami replikasi sehingga menjadi ganda.
Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa secara sistematis morfologi kromosom membagi kromosom pada sel somatis menjadi 2 tipe, yaitu:
1.    Autosom (kromosom somatis), berjumlah 22 pasang (44 buah) dan tidak berhubungan dengan penentuan jenis kelamin.
2.    Gonosom (kromosom seks), berjumlah sepasang (2 buah), yaitu X dan X untuk wanita serta X dan Y untuk pria. Kromosom ini berhubungan dengan penentuan jenis kelamin.


Gender
Kromosom sel somatis

Kromosom sel kelamin


Wanita

46XX

44 autosom, 2 gonosom


23X

22 autosom, 1 gonosom




Pria


46XY

44 autosom, 2 gonosom

23X   
atau 
23Y

22 otosom, 1 gonosom

HOMEOSTATIS
Homeostatis adalah Proses yang terjkadi dalam organism hidup untuk mempertahankan lingkungan intern ini dalam kondisi agar optimal bagi kehidupan organisme. Jadi, kesimpulan dari homeostasis adalah Suatu proses perubahan yang terus menerus atau suatu keadaan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan dalam menghadapi kondisi yang dialaminya yang sifatnya dinamis yang berlangsung secara konstan, dan terjadi pada setiap organisme.
Proses homeostasis ini dapat terjadi apabila tubuh mengalamai stress sehingga tubuh secara alamiyah akan melakukam mekanisme pertahanan diri untuk menjaga kondisisi nyang seimbang.
Homeostasis yang terdapat dalam tubuh manusia dapat dikendalikan oleh suatu system endokrim dan saraf otonom. Secara alamiah proses homeostasis dapat terjadi dalam tubuh manusia.
Homeostasis penting bagi kelangsungan hidup sel, sebagai bagian dari sistem yang terorganisasi, memberi kontribusi bagi homeostasis
Sel-sel tubuh dapat hidup dan berfungsi hanya jika dibasuh oleh cairan ekstra sel yang cocok bagi kelangsungan hidup mereka, dengan demikian komposisi kimiawi dan keadaan fisik lingkungan internal hanya diperbolehkan menyimpang dalam batas-batas yang sempit. Sewaktu sel mengeluarkan zat-zat gizi dan O2 dari lingkungan internal, bahan-bahan esensial ini harus secara terus menerus dilengkapi lagi agar proses sel mempertahankan hidupnya yang berlangsung terus menerus dapat berlanjut.
Fungsi-fungsi yang dilakukan oleh setiap sistem tubuh ikut berperan dalam mempertahankan homeostasis, sehingga lingkungan yang diperlukan untuk kelangsungan hidup dan fungsi semua sel yang membentuk tubuh dapat dipertahankan.
Faktor-faktor  lingkungan internal yang harus dipertahankan secara homeostasis:
1)  Konsentrasi molekul zat-zat gizi.
2)  Konsentrasi Odan CO2.
3)  Konsentrasi zat-zat sisa.
4)  pH.
5)  Konsentrasi garam-garam, air, dan elektrolit-elektrolit lain.
6)  Suhu.
7)  Volume dan tekanan.

Terdapat sebelas sistem tubuh utama yang berkontribusi terpenting dalam untuk homeostasis
1)    Sistem sirkulasi adalah sistem transportasi yang membawa berbagai zat.
2)    Sistem pencernaan, menguraikan makanan menjadi molekul-molekul kecil zat gizi yang dapat diserap kedalam plasma untuk didistribusikan keseluruh tubuh.
3)    Sistem respirasi, mengambil Odari dan mengeluarkan COke lingkungan eksternal.
4)    Sistem kemih, mengeluarkan kelebihan garam, air, dan elektrolit lain dari plasma melalui urin, bersama zat-zat sisa selain CO2.
5)    Sistem rangka, memberi penunjang dan proteksi bagi jaringan lunak dan organ-organ. Sistem ini juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan kalsium(Ca++).
6)    Sistem otot, menggerakan tulang-tulang yang melekat kepadanya. Sistem ini memungkinkan individu mendekati makanan dan menjauhi bahaya. Panas yang dihasilkan oleh kontraksi otot penting untuk mengatur suhu.
7)    Sistem integumen, sebagai sawar protektif bagian luar yang mencegah cairan internal keluar dari tubuh dan mikroorganisme asing masuk ke dalam tubuh. Sistem ini juga penting dalam mengatur suhu tubuh.
8)    Sistem imun, mempertahankan tubuh dari serangan benda asing dan sel-sel tubuh yang telah menjadi kanker. Sistem ini juga mempermudah jalan untuk perbaikan dan penggantian sel yang tua atau cedera.
9)    Sistem saraf adalah salah satu dari dua sistem pengatur(kontrol) utama tubuh. Sistem ini sangat penting terutama untukmendeteksi dan mencetuskan reaksi terhadap berbagai perubahan lingkungan intrnal. Sistem ini juga bertanggung jawab atas fungsi lain yang lebih tinggi yang tidak seluruhnya ditujukan untuk mempertahankan homeostasis.
10) Sistem endokrin adalah sistem kontrol utama lainnya. Sistem ini terutama penting untuk mengontrol konsentrasi zat-zat gizi dan, dengan menyesuaikan fungsi ginjal, mengontrol volume serta komposisi elektrolit lingkungan internal.
11) Sistem reproduksi, tidak esensial bagi homeostasis. sehingga tidak penting bagi kelangsungan hidup individu, akan tetapi sistem ini penting bagi kelangsungan hidup suatu spesies. 
 
Gangguan pada homeostasis dapat menyebabkan penyakit  dan kematian
Jika satu atau lebih sistem tubuh gagal berfungsi secara benar, homeostasis terganggu dan semua sel akan menderita karena mereka tidak lagi memperoleh lingkungan yang optimal tempat mereka hidup dan berfungsi. Jika gangguan terhadap homeostasis menjadi sedemikian berat sehingga tidak lagi memungkinkan kelangsungan hidup, timbul kematian.

TRANSPOR PADA MEMBRAN PLASMA

Ø  Dibagi menjadi 2 yaitu
§  Transpor pasif (tanpa menggunakan energi)
a.    Difusi
1.    Sederhana
ü  Protein kanal (sudah ada jalurnya)
ü  Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan proses difusi, yaitu :
1)    Ukuran partikel, semakin kecil bentuk partikel maka proses difusi akan semakin cepat.
2)    Ketebalan membran, semakin tebal lapisan membran maka proses difusi akan semakin lambat.
3)    Suhu, semakin tinggi suhu suatu partikel maka proses difusi akan semakin cepat.
4)    Luas suatu area, semakin luas area difusi maka proses difusi akan semakin cepat.

Contoh difusi sederhana : Kristal dalam air. Gas dalam ruang
2.    Terfasilitasi (dibantu dengan protein pembawa)
ü  Protein pembawa (diketuk baru dibuka)
ü  Protein pompa : buat transport aktif
Contoh difusi terfasilitasi : membrane plasma
b.    Osmosis (difusi molekul air melintasi membrane permeable)
§  Transport aktif (zat masuk/keluar ke/dari dalam sel melawan gradient konsentrasi)
a.    Endositosis
1.    Bahan padat (fagositosis)
2.    Bahan cair (pinositosis)
b.    Eksositosis (memuntahkan)
Ø  Efek osmosis
§  Jika konsentrasi larutan sel lebih rendah daripada konsentrasi lingkungan sekitarnya, maka air akan segera bergerak keluar , sel menyusut,mati
§  Jika konsentrasi larutan sel lebih tinggi dibandingkan konsentrasi lingkungan sekitar, maka air akan segera bergerak masuk kedalam, sel pecah dan mati
Ø  Bahan yang sangat besar tidak dapat melalui membran, maka bahan dibungkus dalam gelembung ,dikeluarkan dari sel eksositosis atau masuk endositosis.
Ø  Ada beberapa kemungkinan yang akan dialami oleh sel akibat peristiwa osmosisi, yaitu
a.    Krenasi >> Jika sel darah merah diletakan dalam suatu larutan hipertonik (lebih pekat), air yang terdapat dalam sel darah akan ditarik keluar dari sel sehingga sel mengerut dan rusak.

b.   Hemolisis >> jika sel darah merah diletakan dalam suatu larutan yang bersifat hipotonik (lebih encer), air dari larutan tersebut akan ditarik masuk kedalam sel darah sehingga sel mengembang dan pecah.

a.   Plasmolisis >> jika konsentrasi larutan sel lebih rendah dibandingkan konsentrasi lingkungan sekitarnya, maka air akan bergerak keluar meninggalkan sel secara otomatis, akibatnya sel akan menyusut dan mati.
b.    Turgid >> jika konsentrasi sel larutan lebih tinggi dibandingkan konsentrasi lingkungan sekitarnya, maka air akan bergerak masuk kedalam sel secara otomatis, akibatnya sel akan membengkak dan pecah, kecuali pada sel tumbuhan hanya menggelembung dan menegang.
c.    Lisis >> Lisis adalah peristiwa robeknya membran plasma sel. Lisis terjadi apabila sel terjsebut berada pada larutan hipotonis.

Ø  REPRODUKSI SEL

Definisi reproduksi sel
Reproduksi sel adalah proses memperbanyak jumlah sel dengan cara membelah diri, baik pada organisme uniseluler maupun multiseluler. Pembelahan sel pada organisme uniseluler merupakan suatu cara bagi organisme tersebut untuk melestarikan jenisnya. Sedangkan, bagi organisme multiseluler, pembelahan sel menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan organisme. Misalnya, pada manusia, sel-sel memperbanyak diri sehingga tubuh manusia tersebut menjadi besar dan tinggi. Selain itu, reproduksi sel pada organisme multiseluler juga menghasilkan sel-sel gamet yang berguna pada saat perbanyakan secara generatif (reproduksi organisme melalui proses perkawinan). Reproduksi sel merupakan proses penggandaan materi genetik (DNA) yang terdapat di dalam nukleus. Sehingga, menghasilkan sel-sel anakan yang memiliki materi genetik yang sama.
1.  Tujuan reproduksi sel
a.    Perbanyakan sel sehingga terjadi pertumbuhan.
b.    Pembentukan sel baru yang berbeda dari induknya.
c.    Pembentukan sel baru yang tentu lebih muda dan sama dengan yang sebelumnya.
d.    Pembentukan Jaringan.
e.    Regenerasi sel.
f.     Pembentukan individu baru dan lain-lain.

2.  Bentuk-bentuk pembelahan sel
A.  Pembelahan langsung (amitosis / pembelahan biner)
Pada organisme uniseluler misalnya bakteri, protozoa dan ganggang bersel satu, terjadi proses pembelahan secara langsung, yang artinya proses pembelahan itu tidak melalui tahapan-tahapan pembelahan. Pembelahan itu dikenal juga dengan pembelahan amitosis.
Setiap sel membelah menjadi dua sel yang sama (identik) sehingga disebut juga pembelahan biner. Pembelahan biner terjadi misalnya pada perkembangbiakan amoeba.
Pada proses pembelahan langsung ini setiap sel anak mewarisi sifat-sifat induknya. Dengan kata lain, pembelahan langsung senantiasa menghasilkan keturunan yang identik. Prosesnya didahului oleh pembelahan inti menjadi dua, diikuti oleh pembelahan sitoplasma dan akhirnya sel itu terbagi menjadi dua sel anak.


B. Pembelahan tidak langsung (motosis dan meiosis)
Pembelahan sel yang terjadi melalui tahap-tahap pembelahan. Dilakukan oleh organisme eukariotik seperti sel hewan, sel tumbuhan dan sel manusia, yang tentu mereka semuanya punya lebih dari satu sel ( multicelluler).
a)  Pembelahan Mitosis
Mitosis adalah cara reproduksi sel dimana sel membelah melalui tahap-tahap yang teratur, yaitu Profase Metafase-Anafase-Telofase. Antara tahap telofase ke tahap profase berikutnya terdapat masa istirahat sel yang dinamakan Interfase (tahap ini tidak termasuk tahap pembelahan sel). Pada tahap interfase inti sel melakukan sintesis bahan-bahan inti.
§  Tahapan pembelahan Mitosis >> I-P-M-A-T interfase dulu baru P-M-A-T lagi berikutnya.
1)  Interfase
Merupakan fase istirahat dari pembelahan sel. Namun tidak berarti sel tidak beraktifitas justru tahap ini merupakan tahapn yang paling aktif dan penting untuk mempersiapkan pembelahan. Terbagi atas tiga fase, yaitu:
1.  Fase G1 (growth 1/pertumbuhan 1).
Merupakan fase paling aktif berlangsung selama 9 jam. Pada fase ini sel mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Pada fase ini sel bertambah ukuran dan volumenya.
2.  Fase S (Sintesis).
Merupakan fase sintesis DNA atau duplikasi kromosom, dengan waktu 10 jam
3.  Fase G2 (Growth 2/Pertumbuhan 2).
Merupakan fase yang didalamnya terjadi proses sintesis protein. Pada fase ini sel siap untuk mengadakan pembelahan
Sekali lagi bahwa fase Mitosis tidak diawali dengan Interfase tetapi Fase Profase , karena Interfase merupakan persiapan mitosis , merupakan fase istirahat sel tidak membelah. Sedangkan Mitosis itu Fase sel melakukan pembelahan / reproduksi .

1)  Profase
Merupakan tahap awal dari pembelahan sel secara mitosis maupun miosis , yang ditandai dengan:
1.  Kromatin memendek dan menebal membentuk kromosom , kemudian kromosom mengganda membentuk kromatida.
2.  Membran nukleus dan nukleolus (anak inti) menghilang
3.  Sentriol memisah diri menuju kutub yang berlawanan.
4.  Benang spindel yang keluar dari masing masing sentriol pada kutub berbeda mengatur diri memegang masing kromatid yang tidak teratur itu.
5.  Segera mendorong kromatid yang terbengkalai itu menjadi sangat teratur menuju ke bidang equator.

2)  Metafase
Tahap ini ditandai dengan :
1.   Kromatid / kromosom mengatur diri pada bidang equator / bidang pembelahan berhadap hadapan.
2.   Setiap sentromer memiliki dua kinetokor yang masing-masing dikaitkan oleh benang spindle.
3.   Tentu Kromosom yang berhadapan itu sudah membawa sandi genetik yang sama karena memang visinya membentuk 2 sel yang sama.

3)  Anafase
Tahap ini ditandai dengan:
1.   Kedua kromatid berpisah menuju kutub yang berlawanan.
2.   Keadaan sel jadi memanjang , membran sel melekuk, pada akhir anaphase.
3.   Pada fase ini tentu set kromosom terjadi pemisahan / pengurangan dari tetrad kromosom ketika berhadapan pada fase metafase terpisah menjadi masing masing 2n (diploid).

4)  Telofase
Tahap ini ditandai dengan :
1.    Kromosom / kromatid telah sampai di kutub-kutub yang berlawanan.
2.    Terbentuk sekat pemisah sehingga sel terlihat terbentuk 2 sel dengan masing masing 1 inti.
3.    Membran nukleus terbentuk membungkus kromosom dan nukleolus mulai tampak.
4.    Kromosom menipis dan memanjang menjadi kromatin dan akhirnya tak terlihat lagi.
5.    Terjadi sitokinesis (Membran plasma melekuk) yang di dahului oleh Karyokinesis (inti jadi 2) dan akhirnya terlihat sel membelah menjadi 2

a)  Pembelahan Meiosis (pembelahan reduksi)
Pembelahan ini terjadi bukan di sel kelamin namun di kelenjar kelamin seperti testes atau ovarium dimana pembelahan untuk membentuk sel kelamin (n)dari sel tubuh (2n /diploid) , sel tubuh yang membentuk tidak sembarangan sel tubuh tetapi sel induk kelamin atau induk sperma /induk ovum yang mempunyai nama latin Spermatogonium /Oogonium kedua induk itu terus dibentuk namun jelas secara mitosis ( 2n -2n).
§  Tahapan pembelahan meiosis
o   MEIOSIS 1
1)  Profase 1
Profase I merupakan tahap terpanjang dan dibandingkan tahapan meiosis 1 lain. Benang-benang kromatin semakin menebal dan pendek, membentuk kromosom. Kromosom menggandakan diri, jumlahnya dua kali lipat. Kromosom yang homolog berpasangan membentuk sinapsis. Pasangan kromosom yang homolog itu tersusun atas 4 kromatid sehingga disebut tetrad. Karena kromatid saling menempel, maka ada kemungkinan terjadi tukar menukar gen antara kromatid-kromatid tersebut. Peristiwa tukar menukar gen ini disebut pindah silang.
Pada profase I terjadi beberpa tahapan, yaitu sebagai berikut.
* Leptonema (leptoten), kromatin membentuk kromosom.
* Zigonema (zigoten), terbentuk pasangan kromosom homolog.
* Pakinema (pakiten), kromosom mengganda menjadi 2 kromatid.
*Diplonema (diploten), kromatid menebal, membesar, rapat, dan bergandengan.
* Diaknesis, terjadi pindah silang rekombinasi gen, dan sentriol berpisah.

2)  Metafase 1
Pasangan kromosom homolog /tetrad berada didaerah ekuator. Pasangan kromosom homolog itu mengatur diri di daerah ekuator sehingga dari pasangan kromosom homolog mengarah ke kutub yang satu dan setengah pasangan kromosom homolog mengarah ke kutub yang lain. Sentrosom menuju ke kutub dan mengeluarkan benang-benang spindel.
3)  Anafase 1
Kromosom bergerak menuju ke kutub masing-masing. Tidak seperti pada mitosis mengalami pembelahan sentromer, pada meiosis tidak terjadi pembelahan sentromer. Akibatnya, setiap kromosom yang bergerak menuju ke kutub sel itu mash mengandung dua kromatid atau masih berpasangan.
4)  Telofase 1
Setelah kromosom yang berpasangan tiba dikutub masing-masing, terbentuklah membran nukleus, yang diikuti pula oleh proses sitokenesis (pembelahan sitiplasma sel). Kini terbentuk dua sel anak, setiap sel mengandung n kromosom sehingga pada akhir telofase I terbentuk dua sel anak yang haploid. Pada saat ini, sel sudah siap memasuki pembelaha meiosis II.
o   MEIOSIS 2
1)  Profase 2
Pada fase awal, benang kromatin menebal dan memendek membentuk kromosom. Pada fase ini tidak terjadi proses penggandaan kromosom sehingga jumlah set kromosom tetap.
2)  Metafase 2
Kromosom mengumpul di daearah ekuator. Setengah kromosom mengarah ke kutub masing-masing. Sentromer terbagi dua, masing-masing mengarah ke kutu, sehingga tempat melekatnya kromosom pada benang-benang sppindel , seperti pada mitosis.
3)  Anafase 2
Kromosom bergerak menuju ke kutub masing-masing.
4)  Telofase 2
Setelah kromosom sampai di kutub masing-masing, terbentuklah membran inti. Tiap – tiap inti mengandung n kromosom(sel haploid). Akhirnya diikuti oleh proses sitokinesis sehingga seluruhnya terbentuk empat sel anak haploid.

a)  Perbedaan meiosis dan mitosis
Pembeda
Mitosis
Meiosis
Tahap pembelahan
Satu kali
Dua kali
Jumlah sel anak
Dua sel
Empat sel
Jumlah kromosom sel anak
Sama dengan sel induk
Setengah dari sel anak
Sifat kromosom anak
Diploid (2n)
Haploid (n)
Tempat pembelahan
Sel tubuh
Sel kelamin

Ø  Proses pembentukan gamet
Gametogenesis adalah proses pembentukkan sel-sel gamet, yang terjadi secara meiosis di dalam alat perkembangbiakan. Gametogenesis terjadi pada organisme dewasa. Pada hewan dan manusia gametogenesis terjadi di testis dan ovarium.
1)  Spermatogenesis
Merupakan proses pembentukkan sperma yang terjadi di dalam testis. Sel kelamin jantan atau spermatozoid (sperma) berbentuk kecil, lonjong, dan berflagela dan secara keseluruhan bentuknya menyerupai kecebong. Flagela tersebut digunakan sebagai alat gerak di dalam medium cair.
o   Tahap Spermatogenesis
1.  Spermatogonium mengalami mitosis menjadi spermatosit primer (sel sperma primer)
2.  Spermatosit primer mengalami meiosis 1 menjadi 2 sel spermatosit sekunder (haploid).
3.  Tiap-tiap sel spermatosit sekunder mengalami meiosis 2 sehingga terbentuk 4 sel spermatid yang sama besar dan haploid.
4.  Mula-mula spermatid berbentuk bulat, kemudian tumbuh menjadi sel sperma yang berflagela dan dapat bergerak aktif

2)  Oogenesis
Sel telur atau ovum adalah sel kelamin betina. Bentuknya lebih besar dari pada sperma dan tidak dapat bergerak (pasif). Sel telur dihasilkan oleh sepasang ovarium atau kelenjar telur, kiri dan kanan. Berbeda dengan testis yang berada di luar tubuh, ovarium berada di dalam rongga tubuh, di sekitar pinggang.
o   Tahapan Oogenesis
1.  Oogonium mengalami pembelahan meiosis 1 menjadi oosti primer.
2.  Pada masa meiosis 1, Oosit membelah menjadi 2 sel yang tidak sama yaitu satu berukuran besar (Oosit sekunder) yang satunya berukuran kecil (Badan kutub pertama).
3.  Pada masa meiosis 2, Oosit sekunder membelah menjadi 2 sel yang tidak sama besarnya. Yang satunya berukuran besar (Ootid yang mengandung nukleus, kuning telur dan sitoplasma) dan yang satunya berukuran kecil (Badan kutub kedua).
4.  Badan kutub pertama mengalami meiosis 2 membentuk 2 sel kecil badan kutub kedua.
5.  Pada akhir meiosis 2, berbentuk 4 sel yaitu 1 sel besar Ootid dan 3 sel kecil badan kutub (polosit).
1)  Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis
·      jumlah sel anakan yang fungsiona.
·      Ukurannya.
·      Tempat terjadinya

2)  Persamaan spermatogenesis dan Oogenesis
·      Meiosis.
·      Membentuk kromosom haploid.
·      Membentuk 4 sel anakan.
·      Harus terjadi pada individu dewasa